Selasa, 22 Januari 2013

Banjir menyapa negri ....



Tuhan... dalam cahaya subuh kami mengadu,
Dalam hangat mentari kami tersedu,
Angin – angin ini manyapa tak lagi penuh rayu,
Pepohonan melambai dengan gelisah menderu,

Tuhan... diantara bangunan megah kami tergenang,
Air beriak melaju tak tentu arah,
Kami hanyut dalam bencana yang menerjang,
Kami mengharu pilu dalam derai tumpah darah,


Tuhan.. dalam sujud kami sampaikan,
Bencana ini tak mampu kami damaikan,
Mungkin karena kepekatan dalam tindakan,
Tak bersahabat dengan alam yang kian bosan,

Tuhan... banjir ini menghantam negeri kami,
Berkilo meter rumah terendam tak terkecuali,
Bahkan istana negeri pun tak terhindari,
Kami mengadu dalam malu kian tak terhenti,
Kami mengeluh dalam tangis menanti,

Tuhan..dibalik pelangi senja hari setelah hujan reda,
Kami resah banjir ini tak melemah,
Hingga berhilangan rumah kami tenggelam karenanya,
Kami tengadahkan tangan ini dalam do’a dengan hati yang merendah,
Agar alam tak lagi marah karena ulah manusia,

Weny Ramadhany Harahap
21 Januari 2013

0 komentar: